HomeSalamJun 18, 2007
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh




Ujilah hatimu dengan garam. Ketika sesendok garam tetaplah sesendok garam, tapi akan sangat berbeda ketika ia masuk dalam segelas air atau samudera. Segelas air kan menjadi asin karenanya, namun tidak dengan samudra yang tetap tenang, tak berubah rasa.

Blog EntryBBM naik (lagi) .....May 25, '08 11:40 PM
for everyone
Pingin ngeluarin uneg2 nih...

Per 24 Mei kemarin BBM naik.Langsung kebayang harga2 bakal melambung, padahal belum lama per 1 april harga2 naik. Susu Salma (anak saya) dari 36 ribu langsung jadi 39 ribu, lha setelah BBM naik ini jadi berapa lagi harganya?????

2 minggu yang lalu saya ke jakarta, ketemu kakak sepupu yang kerja di salah satu perusahaan persewaan helikopter. Iseng2 ngomong masalah isu BBM naik. Tiba-tiba terlontar pikiran matematis awam tentang ruwetnya BBM.

Banyak yang bertanya-tanya, kita ini pengekspor minyak tapi kenapa saat harga minyak melambung pemerintah kita justru panik karena anggaran pemerintah buat subsidi BBM melonjak? Bukankah penerimaan pemerintah seharusnya juga meningkat, so tidak perlu ada pengeluaran tambahan bukan? Selama ini kita (saya juga) belum terlalu banyak tahu kalau kita ini pengekspor minyak mentah lalu mengimpornya dalam bentuk jadi. Makanya pemerintah kalang kabut!

Kemudian muncul pikiran usil, kenapa kita tidak mengolah sendiri minyak itu? Ada berbagai jawaban, tapi saya gak mau pusing mikirin itu semua. Jawaban paling klasik adalah kita terkendala biaya dan teknologi. Disisi lain, pemerintah meredam dampak kebijakan tidak populis menaikkan BBM dengan mengucurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 14 triliun! Saya jadi mikir, bagaimana apa tidak lebih baik uang sebanyak itu digunakan untuk mendirikan pabrik pengolahan minyak, sehingga kita tidak perlu mengimpor BBM. Bukankah dengan demikian pemerintah tidak perlu bingung mengeluarkan subsidi BBM kan? Kalau harga minyak mentah naik, kita juga yang dapat untung. Tidak seperti sekarang, harga minyak naik kita malah tekor. Terngiang-ngiang pepatah yang terkenal sejak SD, bagaikan tikus mati di lumbung padi....

Tapi, ini hanya sekedar angan-angan seorang sigis..............

Ketua Umum ASR: Ada Kekuatan Tertentu Kuasai Migas Nasional

eramuslim, Kamis, 22 Mei 08 07:20 WIB

Krisis minyak dan gas yang melanda Indonesia lebih disebabkan karena seluruh produksi dan perdagangan minyak dan gas (Migas) nasional dikuasai oleh kekuatan tertentu, sementara pejabat pemerintah maupun Pertamina tidak mampu mengatasi kekuatan itu, justru sebaliknya pemerintah dan Pertamina didikte agar mengikuti kemauannya dalam menetapkan kebijakan di bidang Migas.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Aliansi Suara Rakyat (ASR) yang juga Ketua Umum Front Persatuan Nasional (FPN) Agus Miftach terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Agus Miftach menyatakan, tingginya harga minyak dunia hingga mencapai 128 dolar AS/barel, bukan satu-satunya sebab tingginya harga BBM di dalam negeri. "Jangan lupa Indonesia adalah negara produsen minyak dengan kapasitas 940 ribu barel atau 2, 75 persen produksi OPEC. Ini jauh di bawah kuota OPEC yang sebesar 1.450.000 barel/hari, " katanya.

Tetapi, menurutnya, Indonesia justru menempuh kebijakan aneh, yaitu mengekspor sebagian besar minyak mentah dan mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak jadi. Akibatnya, tentu selalu defisit dan malah membebani perekonomian nasional.

"Ini tidak terlepas dari ulah kelompok itu. Sudah lama kondisi perminyakan Indonesia terjebak dalam mekanisme mereka yang bercokol secara konspiratif di Pertamina dan Kantor ESDM, " ungkapnya.

Karena itu, Ia meminta, Presiden harus segera memberhentikan Direksi Pertamina dan pejabat di Kementerian ESDM serta meminta pertanggungjawaban kepada mereka atas adanya kekuatan tertentu itu.

"Terjadi mega penyelundupan minyak Indonesia hingga 2, 4 juta barel dengan harga 1.500 rupiah/liter, tidak lepas dari tanggungjawab pejabat di Pertamina dan Kantor Kementerian ESDM. Itu lebih mirip perampokan harta rakyat Indonesia, " katanya.

Lebih tragis lagi, kata Agus Mitach, minyak hasil selundupan dari Indonesia tersebut dibeli lagi oleh Pertamina dengan harga internasional.

"Mengapa kejahatan skala besar yang berlangsung secara terbuka dan perairan Indonesia ini yang melibatkan pihak yang jelas diketahui tidak dapat ditindak, bahkan dilindungi sehingga dapat berlangsung secara leluasa. Inilah kejahatan dan pengkhianatan terhadap Bangsa Indonesia yang harus dibasmi, " tandasnya.

Agus Miftach mengungkap kasus yang melibatkan pejabat Pertamina dan pejabat di Kantor Kementerian ESDM, di mana Pertamina pernah sengaja mengimpor minyak Azeri milik Beyond Petroluem Azerbaijan sebesar 900 ribu barel yang letaknya sangat jauh, bahkan harus dilakukan dua kali pengapalan yang menjadikan harga minyak Azeri sangat mahal.

"Mengapa Pertamina tidak membeli dari ladang Afrika Barat yang lebih dekat? Ini tentu ada permainan yang melibatkan mafia yang bersekongkol dengan birokrat di Pertamina dan kantor ESDM. Inikah yang harus diselesaikan dengan subsidi atau pencabutan subsidi?" katanya.

Dia menyatakan, pemerintah dan rakyat telah dibodohi dan dijadikan sapi perahan oleh kelompok tertentu itu. Ia menghargai sikap hati-hati yang diambil oleh pemerintah, namun yang lebih penting adalah pemerintah harus segera menindak kelompok itu dan birokrat yang telah menghancurkan industri minyak dan perekonomian nasional.(novel/ant)


Blog EntryCerita Seorang Lulusan PesantrenMay 22, '08 4:19 AM
for everyone

Cerita Seorang Lulusan Pesantren

eramuslim, 22 Mei 08 13:46 WIB

Oleh Sabrul Jamil

Hampir sepuluh tahun yang lalu, saya pernah mengikuti suatu majelis ta’lim di dekat rumah. Majelis Ta’lim ini agak unik, karena yang memberikan tausyiah adalah seluruh anggota majelis, bergantian setiap pekan. Materi tausyiah tidak ditentukan alias diserahkan kepada pemberi materi. Usai disampaikan kami semua mendiskusikan isi materi tadi.

Suatu hari, datanglah seorang pemuda lulusan pesantren modern Gontor. Pemuda tadi kebetulan sedang menginap di rumah salah seorang anggota majelis. Dengan hormat, kami mempersilakan beliau untuk menyampaikan tausyiah.

Sampai sekarang, saya masih teringat esensi-esensi ceramah beliau. Beliau menuturkan, kehidupan di pesantren sungguh nikmat, selama kita mampu menempatkan diri dengan tepat. Tantangan sesungguhnya adalah ketika para santri telah terjun ke dunia nyata.

Jika di pesantren ia mampu menghadirkan kekhusyuan setiap kali sholat malam, maka di luar pesantren hal itu sulit dilakukan. Jangankan untuk khusyu, untuk dapat bangun menegakkan sholat malam saja sudah luar biasa berat.

Jika di pesantren kegiatan menuntut ilmu dapat dilaksanakan secara rutin, hal itu lebih karena mengikuti jadual. Tantangan sesungguhnya adalah ketika di luar tembok, apakah seorang santri masih mampu terus secara rutin menimba ilmu?

Banyak hal lain yang disampaikan pemuda lulusan pesantren tersebut. Namun sepotong penuturan di ataslah yang terekam dengan baik di ingatan saya.

Pembaca yang baik. Penuturan pemuda yang resah tadi, betapapun, merupakan indikasi suatu kebaikan. Ia mampu memelihara kegelisahan, untuk dapat menjaga ketajaman rasa dan kepekaan nuraninya. Setidaknya, ia akan selalu menyadari jika sesuatu yang berharga hilang dari hidupnya.

Saya pribadi sering mendapatkan pertanyaan, dan sering menanyakan kepada diri sendiri, bagaimanakah cara yang efektif agar dapat menjaga stabilitas keimanan dan keteraturan beribadah. Pertanyaan itu sendiri sudah menunjukkan kepedulian si penanya terhadap kualitas dirinya di mata Allah, dan sungguh patut dihargai. Karena, kenyataannya, banyak orang lain yang sudah tidak peduli apakah dirinya sudah baik di mata Allah ataukah belum.

Kebanyakan kita masih sangat dipengaruhi lingkungan. Jika lingkungannya baik, kita pun ikut baik. Namun jika lingkungannya rusak, kita boleh jadi ikut tercemar.

Di lingkungan yang obrolannya terjaga, kita pun ikut menjaga kata-kata. Namun jika lingkungan asyik bergosip, mengumbar kata-kata tak berarti, kita juga ikut larut. Pada saat mengikuti sholat malam berjamaah, kita bisa terbawa menitikkan air mata, karena mayoritas jamaah terisak-isak menangis mendengarkan lantunan ayat-ayat suci AlQuran. Namun di rumah, yang anggota keluarganya malas menegakkan sholat malam, kita juga ikut malas sholat malam.

Di lingkungan yang materialistis, yang mengukur sukses dan bahagia hanya berdasarkan prestasi bendawi, kita pun ikut menjadi obsesif terhadap benda-benda. Keresahan kita bukan diukur dari jauh dekatnya kita dengan Allah, namun dari seberapa banyak benda-benda duniawi yang kita kumpulkan.

Menyadari besarnya pengaruh lingkungan terhadap diri kita, Rasul Saw mengingatkan untuk berhati-hati dalam memilih teman. Pesan ini, jika diterjemahkan lebih luas lagi, mengisyaratkan perlunya kita berhati-hati memilih lingkungan pergaulan. Agaknya pesan Rasul ini berlaku untuk kebanyakan manusia.

Pada kenyataannya, terkadang kita seolah tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Misalnya, tak mungkin seorang santri memilih seumur hidup berada di pesantren, dan tidak turun gunung mengamalkan ilmunya. Pada situasi ini, seseorang harus memiliki kemampuan untuk menguatkan diri dari pengaruh lingkungan.

Lebih dari sekedar tidak terpengaruh, bahkan setiap muslim sebenarnya dituntut untuk mampu mempengaruhi lingkungannya agar sesuai dengan nilai-nilai syar’i. Inilah yang disebut berda’wah.

Namun da’wah tidaklah harus diterapkan secara formal, di mimbar-mimbar atau dengan ceramah. Sebagai contoh, bila Anda ingin seseorang tidak bergunjing dan menjelek-jelekkan keburukan orang lain, mungkin Anda tidak perlu berceramah panjang lebar tentang larangan berghibah. Tetapi Anda cukup menanggapi sekilas sambil perlahan-lahan mengalihkan pembicaraan tanpa disadari oleh lawan bicara Anda. Sehingga lawan bicara Anda itu tidak sempat lagi berghibah di depan Anda, sebaliknya dengan kemampuan Anda dia malah sibuk membicarakan hal lain yang bermanfaat tanpa disadarinya.

Di sini peranan Anda adalah bagaimana mengalihkan pembicaraan dengan cantik dan manis tanpa ada rasa tersingung dari lawan bicara Anda.

Inilah seninya dakwah dan amar makruf nahi mungkar. Terkadang untuk menghentikan kemungkaran, tidak dibutuhkan bahasa verbal atau taushiyah formal. Cukup dengan surut ke belakang dan tidak melakukannya, seseorang seringkali bisa mencegah kemungkaran dengan efektif dan efisien.

Bagaimanakah membangun kesadaran diri?

Saya kira, kita dapat belajar dari sistem kerja jasmani kita. Tatkala lapar, kita makan. Merasa kotor, kita mandi membersihkan diri. Jasmani senantiasa sensitif jika ada sesuatu yang ‘salah’.

Sensitifitas seperti itulah yang perlu kita bangun pada rohani kita. Kita perlu lebih sering mendengar sinyal dari ruhani, karena sesungguhnya ia selalu berkomunikasi dengan kita, setiap kali ada sesuatu yang salah.


Blog EntryWhat on Number 11Mar 31, '08 1:18 PM
for everyone
DARI BLOG SEBELAH

Silakan dibaca :



1) New York City memiliki 11 huruf.

2) Afghanistan memiliki 11 huruf.

3) Ramsin Yuseb ( terroris yang menyerang twin tower pada 1993 ) memiliki 11 huruf.

4) George W Bush memiliki 11 huruf.

5) Twin tower membentuk angka 11.

Mungkin itu sebuah kebetulan, tetapi coba lihat :

1) New York adalah negara bagian ke 11

2) Pesawat pertama yang menabrak Twin Tower memiliki nomor penerbangan 11.

3) Pesawat itu mengangkut 92 penumpang, 9+2 = 11.

4) Pesawat 1 lagi yang menabrak Twin Tower mengangkut 65 penumpang, 6+5= 11.


5) Tragedi itu terjadi pada 11 September, 9/11, 9+1+1 = 11


6) Tanggalnya sama dengan pelayanan darurat Amerika yaitu 911, 9+1+1 = 11.

Masih kebetulan? baca ini lagi untuk membangkitkan pemikiran km :



1) Kejadian ini adalah kecelakaan pesawat ke 254, 2+5+4 = 11.

2) September 11 adalah hari ke 254 dlm tahun itu, 2+5+4 = 11.

3) Pemboman Madrid terjadi pada tgl 3/11/2004, 3+1+1+2+4 = 11.


Masih kebetulan, Nah sekarang adalah bukti yang paling mantap :

The most recognized symbol for the US, after the Stars & Stripes, is the Eagle. The following verse is taken from the Quran, the Islamic holy book:

"For it is written that a son of Arabia would a waken a fearsome Eagle. The wrath of the Eagle would be felt throughout the lands of Allah and lo, while some of the people trembled in despair still more rejoiced: for the wrath of the Eagle cleansed the lands of Allah and there was peace."


That verse is number 9.11 of the Quran.

Masih tidak percaya? Silakan coba yang ini, akan membuat bulumu berdiri :




Buka Microsoft Word dan lakukan seperti yang dibawah :

1. Ketik Q33 NY, ini adalah nomor penerbangan pesawat pertama yang menabrak Twin Towers.

2. Highlight/Terangkan Q33 NY.

3. Ganti ukuran Font menjadi 48.

4. Ganti jenis Font menjadi WINGDINGS 1

APA YANG KAMU LIHAT ????



.......Terima kasih.....

Blog EntryGaji Yang Tak Jelas*Mar 31, '08 12:47 PM
for everyone

Gaji Yang Tak Jelas*

Hari itu Sulaiman bin Ja’far Al-Ja’fari bersama-sama Imam Ridha, keluar untuk suatu keperluan. Menjelang malam, Imam mengajaknya datang dan menginap di rumah.

Setibanya disana, Imam melihat pegawai-pegawainya tengah sibuk membatik. Nampak pula diantara mereka seorang asing yang tidak dikenal.

“Siapa dia?” tanya Imam kepada para pegawainya.
“Seorang buruh yang kami ambil dan diupah,” jawab mereka.
“Baik! Berapa upah yang kalian tentukan untuknya?”
“Nanti akan kami berikan seberapa yang dia rela.”

Kemarahan nampak di wajah Imam. Dia pergi mengambil cambuk untuk mengajar kecerobohan pegawai-pegawainya. Sulaiman berkata, “Imam, kenapa Anda harus marah?”

“Telah berkali-kali kukatakan kepada mereka agar jangan mengupah seseorang selagi imbalan gajinya belum ditentukan. Pertama-tama tentukan dahulu upahnya, baru kemudian dia bekerja. Kalau gaji seseorang telah ditentukan sebelumnya, kalaupun akan ditambah dengan uang ekstra tidaklah apa-apa; dan dia, pada gilirannya, akan sangat berterima kasih atas itu. Disamping itu hubungan kalian akan bertambah erat, dan dia akan sangat menyukai kalian.”

“Seandainya kalian tetap hanya memberikan upah sekadar upah yang telah ditentukan sebelumnya, dia pun masih akan rela menerimanya. Ini berbeda dengan seseorang yang bekerja tanpa mengetahui gaji yang akan diterimanya. Karena seberapa banyak yang kalian berikan kepadanya, dia tetap tak akan percaya bahwa itu adalah hadiah dari kalian, bahkan dia menduga bahwa kalian telah memberi upah lebih sedikit dari yang seharusnya dia terima.”

*Bikhar Al-Anwar, jilid XII, hal 31
(Dikutip dari Kisah Sejuta Hikmah, oleh Murtadha Muthahhari, terbitan Pustaka Hidayah)

Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?

eramuslim-Senin, 31 Mar 08 07:54 WIB

Kirim teman

Saya membaca fatwa ulama yaitu Syeikh Utsaimin yang menegaskan bahwa zhahir ayat Quran mengatakan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Pandangan ini menurut beliau berdasarkan banyak ayat Quran, sehingga kita tidak boleh berpandangan sebaliknya bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Bahkan menurut beliau, suat hari nanti para ilmuwan akan berbantahan tentang benarkan bumi mengitari matahari.

Mohon klarifikasi dari ustadz, benarkah ulama sekelas Syaikh Utsaimin mengatakan hal itu? Dan benarkah memang al-Quran secara tegas menyatakan hal itu.

Terima kasih jazakamullahu khairal jaza'.

Erti Manangku
ertia

Jawaban

Assalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi'i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

Matahari Mengelilingi Bumi?

Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri. (QS al-Kahfi: 17)

Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS Al-Kafhi: 86)

Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.

Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

Ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam: 4)

Kebenaran Ilmu Pengetahuan

Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

Wallau a'lam bishshawab wassalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Blog EntryPengenalan Singkat Terhadap Al-HadisMar 26, '08 6:32 AM
for everyone

hasil ngaji hari minggu, mudah-mudahan bermanfaat. saya yakin masih banyak yang belum tahu 

                      Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis

(M. Hasyim Manan)

 

A.     Asal-usul Ajaran Islam

1.      Wahyu (perennial) : 1.1. Al-Qur’an (wahyu redaksional)

1.2. Al-Hadis (wahyu non redaksional)

2.      Akal (rasional)       : 2.1. Ijtihad (penemuan berdasar ajaran Islam)

Sumber ijtihad mengkafer sekitar 95% ajaran Islam yang berkembang saat ini.

 

B.     Pengenalan Singkat Terhadap Al-Hadis

1.      Pengertian : Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Baik berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi’il) atau persetujuan dengan sikap diam (taqrir)

2.    Karena kutipan, validitas (keabsaahannya) sangat tergantung kepada :

2.1.  Kondisi pihak yang mengutip atau yang meriwayatkan (rowi)

2.2.  Kondisi hubungan antar rowi (sanad)

2.3.  Kondisi materi yang dikutip (matan)

3.    Kesepakatan ahli hadis, bahwa hadis yang boleh menjadi sumber adalah :

3.1.  Hadis sohih, artinya 2.1. dan 2.2. dan 2.3. tidak ada yang cacat, artinya para periwayatnya semua jujur dan kuat hafalannya (tsiqoh), rangkaiannya atau sanadnya bersambung, dan isinya (matan) tidak janggal dan tidak bertentangan dengan yang lebih kuat.

3.2.  Hadis hasan, artinya 2.1. terdapat kekurangan,yakni pihak yang mengutip kurang cermat (kurang dlobith).

4.    Hadis do’if (lemah) tidak dapat dijadikan sumber penetapan ajaran Islam. Kalau hanya untuk memuji suatu amalan yang sudah ada, hadis doif boleh dipakai (fadlilatul a’mal).

Catatan : Suatu hadis dho’if, bila banyak data pendukung dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an atau didukung tingkatan dalil yang lebih tinggi (hadis shohih atau al-Qur’an) bias menjadi hadis hasan bighoiri tapi tetap tidak bisa dipakai sebagai sumber penetapan ajaran Islam. Contoh : hadis “annadhofatul minal iman” termasuk dhoif tapi di al-Qur’an banyak anjuran tentang kebersihan, sedangkan hadis “husbul wathon minal iman” sepenuhnya dhoif, tidak bisa dijadikan pegangan.

5.    Kedudukan Hadis terhadap al-Qur’an :

5.1.  Sebagai penjelasan (al-bayaan)

5.2.  Sebagai penetapan baru diluar al-Qur’an (al-istiqlal)

 

C.     Literatur Hadis

1.    Kutipan dari Nabi Muhammad saw. Dikumpulkan oleh ahli Hadis sejak abad pertama, dalam literatur yang disebut kitab hadis.

Induk kitab hadis ada tujuh yaitu :

1.1.  Al-Jami’us Sahih

1.1.1.   Sohih al-Bukhori

1.1.2.   Sohih Muslim

1.2.  Al-Sunan

1.2.1.   Sunan Abi Dawud

1.2.2.   Sunan Al-Tarmidzi

1.2.3.   Sunan Al-Nassa’i

1.2.4.   Sunan Ibnu Majah

1.3.  Al-Musnad

1.3.1.   Musnad Imam Ahmad

2.      Disebut Induk Kitab Hadis (ummabatu kutubil hadis) atau kitab tujuh (kutubus sab’ah) karena menurut asumsi para ahli hadis, kumulasi isi dari tujuh kitab itu diperkirakan sudah mencakup semua qoul fi’il dan taqrir Nabi Muhammad saw.

D.     Literatur Tambahan :


1.      Sunan al-Damiri

2.      Al-Muwatto’

3.      Ibnu Khuzaimah

4.      Ibnu Hibban

5.      Al-Baihqi Sughro

6.      Al-Baihqi Kubro

7.      Ibnu Abi Syaibah

8.      Majma al-Zawa’id

9.      Musnad Abu Dawud al-Toyalisi

10.  Mustadrok al-Hakim

11.  Musnad al-Humaidi

12.  Musnad al-Syihab

13.  Musnad Imam al-Syafi’I

14.  Musnad Imam Abu Hanifah

15.  Al-Daroqutni

16.  Musnad Ishaq bin Rohawaihi

17.  Musnad Abi Ya’la

18.  Musnad al-Ja’idi

19.  Misykat al-Masobih

20.  Muntakhob Abdu bin Humaid

21.  al-Targhib wa al-Tarhib

22.  al-Fathul Kabir

23.  Muntaqo Ibnu al-Jarud

24.  Faidul Qodir

25.  Al-Adzkar

26.  Musnad al-Haris

27.  Makarim al-Akhlaq

28.  Al-Durr al-Muntasiroh

29.  Al-Jihad

30.  al-Ilm

31.  Fado’il al-Sohabat

32.  Al-Lu’lu’ wal Marjan

33.  Misbah al-Zujajah

34.  Jami’ al-Hadis wa al-Marosil

35.  Al-Musqosidul Hasanah

36.  Musnad al-Syamiyyin

37.  Sunan al-Nassa’i Kubro

38.  Al-Hadis al-Qudsiyah

39.  Misykat al-Masobih

40.  Al-La’aliul Masnuah

41.  Al-Masnu’

42.  Al-Asror al-Marfu’ah

43.  Al-Asar al-Marfu’ah

44.  Al-Jidd al-Hasis

45.  Al-Masnu’at

46.  Al-Lu’lu’ al-Marsu’

47.  Al-Nukhbatul Bahiyah

Catatan : Kitab 40 – 47 merupakan kumpulan hadis dho’if

Surabaya, 16 Shofar 1429 H/24 Februari 2008 M


Blog EntryJalur Gaza MenangisMar 18, '08 7:58 AM
for everyone

Jalur Gaza Menangis

Sabtu, 15 Mar 08 06:05 WIB

Jalur Gaza adalah sebuah wilayah di Palestina, luasnya sekitar 365 km persegi, dihuni oleh 1, 6 juta orang, sangat terkenal karena perjuangan rakyatnya yang tidak kenal lelah melawan penjajah Zionis Israel. Diembargo, diblokade sudah berbulan-bulan sejak kemenangan Hamas pada pemilu yang berlangsung pada hari Rabu, 25/1/2006, dikurung oleh penjajah Zionis Israel dalam tembok “Rasial”, tingginya sekitar 8 meter. Tujuannya adalah agar penduduk Jalur Gaza menyerah dan bertekuk lutut mengikuti keinginan dan skenario penjajah yaitu menggembosi kelompok perlawanan Palesina, Hamas.

Semua tindakan zalim penjajah Zionis Israel tersebut tidak berhasil menekan penduduk Jalur Gaza, bahkan saat ini terjadi perlawanan yang terus berkobar dengan semangat jihad yang tinggi dilakukan pejuang-pejuang Palestina untuk meraih kemerdekaan hakiki.

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur'an dengan jihad yang besar.(QS: Al-Furqaan/25: 52).

Penjajah Zionis Israel menjadi kalap, hilang akal sehatnya sehingga tidak mampu lagi membedakan orang tua dan anak-anak, tidak mampu lagi membedakan laki-laki dan perempuan, bayi dan orang dewasa.

Sejak tanggal 28 Februari sampai 5 Maret 2008, menurut Lembaga HAM Palestina, penjajah Zionis Israel telah melakukan aksi pembunuhan yang belum pernah dilakukannya sejak menarik mundur pasukannya dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Dalam satu pekan, Zionis Israel telah membunuh 110 orang rakyat Palestina, 51 orang merupakan penduduk sipil, 6 orang perempuan dan 27 orang adalah anak-anak laki dan perempuan. Selain itu, ada 236 orang yang luka parah, separuhnya adalah penduduk sipil, 11 orang di antaranya adalah perempuan, 58 orang anak laki dan perempuan.

Akibat serangan berutal yang dilakukan penjajah Zionis Israel, serangan yang tidak kenal prikemanusiaan, anak-anak yang tidak berdosa ditembak kepalanya, bayi yang baru berumur 20 hari dibunuh, Jalur Gaza “menangis” dengan tangisan yang sedih, tangisan yang memilukan, tangisan yang meneteskan “air mata darah”, bukan tangisan takut kepada penjajah Zionis Israel, sekali lagi bukan! Karena rakyat Jalur Gaza hanya takut kepada Allah Yang Maha Gagah Perkasa.

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS: An Nuur/ 24:52)

“Tangisan” Jalur Gaza karena sedih melihat pemimpin dunia Islam sibuk dengan syahwat kekuasaan dan dunianya, membiarkan saudarannya dizalimi, menderita akibat kejahatan penjajah Zionis Israel.

Umat Islam di dunia saat ini jumlahnya sekitar 1, 3 milyar, tampaknya tidak peduli terhadap rakyat di Jalur Gaza, Palestina, kalaupun ada yang peduli hanya segelintir orang. Berbulan-bulan diblokade, berhari-hari bahkan sampai sepekan ditembaki, dihantam roket penjajah Zionis Israel, tidak ada satupun pemimpin dunia Islam yang mampu menghentikan serangan brutal penjajah Zionis Israel tersebut.

Diamnya pemimpin dunia Islam sungguh sangat merisaukan hati rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, hati orang-orang yang beriman, hati Ketua Forum Ulama Internasional, Syekh. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi. Syekh Al-Qaradhawi mengatakan, Saya serukan umat Islam semuanya. Saya berseru kepada para pemimpin negara, dan pemerintahan dunia Islam semuanya. Saya serukan semua umat Islam untuk berdiri secara jantan mendukung Gaza. Kalian harus bisa menunjukkan kekuatan di hadapan penjajah Israel. Kalian harus bisa menekan pemerintahan untuk bisa berkata dan bersikap menolak kekejaman Israel.

Itulah ulama yang berani mengingatkan pemimpin Islam agar ada kepedulian terhadap urusan kaum muslimin, urusan umat Nabi Muhammad saw, tidak berdiam diri ketika umat Islam dibantai berhari-hari dinegeri para nabi, Palestina. Darah merah mengalir membasahi bumi, air mata kesedihan membasahi pipi.

Siapakah yang mau menghibur “Jalur Gaza” yang sedang menangis agar dapat tersenyum? Siapakah yang mau menghapus linangan “air mata darah” yang membasahi bumi para nabi? (fn)


Jawa Pos, Sabtu, 08 Mar 2008,
Seminari Yahudi Diserang, 8 Tewas

Sebagian Besar Siswanya Jadi Serdadu Israel
AL QUDS - Kekerasan tidak kenal henti di Palestina dan Israel. Aksi saling balas terus berlangsung. Saat roket-roket Zionis Israel terus menghunjam wilayah Gaza, Palestina, sebuah serangan terjadi di seminari Yahudi di Mercaz Yeshiva, Al Quds, Jumat kemarin (7/3).

Seorang laki-laki bersenjata memasuki sekolah dan menembaki siswa yang sedang berkumpul dalam perpustakaan. Menurut kesaksian polisi dan petugas evakuasi setempat, insiden tersebut menewaskan delapan siswa dan sembilan lainnya terluka. Kejadian itu merupakan serangan militer pertama dalam empat tahun terakhir yang terjadi di kota tersebut.

Seminari Mercaz Harav Yeshiva merupakan pusat pendidikan Yahudi terbaik di Israel. Sebagian besar mereka dididik untuk menjadi serdadu Israel.

Menurut kesaksian seorang rabi yang saat itu berada di tempat kejadian, Hebrew Psalms, korban tewas adalah mereka yang berusia antara 15-19 tahun. Satu korban berusia 26 tahun.

Penembakan yang terjadi Kamis (6/3) malam itu di luar perkiraan banyak orang. Juru bicara kepolisian Al Quds mengidentifikasi, pelaku penembakan itu adalah Ala Abu Dehein, warga yang berasal dari timur kota itu, yakni dekat dengan Jabel Mukaber.

Sehari-harinya, dia merupakan sopir yang memiliki kartu identitas Israel. Sebab, tempat tinggalnya di timur kota. Dengan kartu tanda pengenal Israel itu, dia mudah keluar-masuk Israel tanpa pemeriksaan.

Menurut keterangan kepolisian setempat, Micky Rosenfeld, pria bersenjata tersebut memasuki seminari lewat jembatan kecil. Saat itu jumlah siswa yang di perpustakaan sekitar 80.

Penyerang tersebut membawa senapan AK-47 dan pistol. Dia mulai menembaki perpustakaan seminari yang sangat penuh saat jam belajar malam.

Seluruh murid yang di perpustakaan terkejut dengan suara tembakan tiba-tiba itu. Mereka memecahkan kaca jendela dan berebut keluar dengan melompat lewat jendela.

Sementara itu, warga Gaza merayakan serangan tersebut layaknya kemenangan perang. Ribuan warga Gaza berbaris rapi di sepanjang Jalan Jebaliya dan bersorak senang.

Di selatan Kota Rafah, warga berbaris dengan menggunakan mobil dan milisi Hamas menembakkan mortir ke udara sebagai tanda perayaan kemenangan.(AP/cnn/tik/ruk)

Beda Sikap AS dan Barat

Serangan mematikan ke seminari Yahudi di Jerusalem langsung menuai kecaman. Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush mengungkapkan bahwa aksi tersebut adalah serangan barbar dan kejam. Selain Bush, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan negara-negara lain seperti Inggris, Prancis, Uni Eropa (UE), Kanada, Israel, dan Presiden Palestina Mahmud Abbas mengutuk serangan tersebut.

"Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert untuk mengungkapkan duka cita kepada korban, keluarga mereka, dan rakyat Israel," kata Bush. "Saya mengatakan kepadanya bahwa AS berdiri berdampingan dengan Israel untuk menghadapi serangan buruk itu," lanjutnya.

Reaksi yang kontras dimunculkan saat roket-roket Israel menewaskan belasan bocah-bocah Palestina di gaza. Tidak ada kecaman apa pun. Negara-negara besar dan PBB hanya bungkam.

Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengungkapkan hal serupa. Miliband mengingatkan bahwa penembakan tersebut sengaja direncanakan untuk mengacaukan proses perdamaian yang sedang berlangsung.

Di lain pihak, Ban Ki-moon menyatakan, kekerasan dan terorisme yang terus berlangsung bisa mengacaukan proses politik. "Padahal, proses itu harus dilanjutkan demi mendapatkan keamanan dan perdamaian untuk Palestina dan Israel berdasar solusi dua negara," tegasnya.

Ketua Kebijakan Luar Negeri UE Javier Solana dikabarkan langsung menelepon Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni untuk mengutuk aksi tersebut. Dan, mengucapkan belasungkawa UE kepada keluarga korban dan pemimpin Israel. "Kami mengutuk serangan yang terjadi di sekolah agama di Jerusalam. Juga serangan melawan warga sipil yang dilakukan Palestina ataupun Israel," kata Cristina Gallach, juru bicara Solana, kepada AFP.

Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner meminta dihelatnya pembicaraan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di Palestina dan Israel. "Kanada meminta seluruh pemimpin Palestina untuk menolak semua bentuk taktik teroris yang berseberangan dengan proses perdamaian," tambah menteri urusan luar negeri Kanada Maxime Bernier.

Sementara itu, dalam rapat darurat di Dewan Keamanan (DK) PBB, Libya -satu-satunya anggota dari Arab- ingin anggota DK PBB juga mengutuk Israel atas serangannya ke Jalur Gaza. "Libya meminta agar aksi Israel yang membunuh warga sipil tak bersalah, termasuk anak-anak, harus dibicarakan juga," tutur salah seorang sumber di PBB. (AFP/BBC/tik/tia)


Blog EntryBuku heboh menteri kesehatanFeb 25, '08 8:40 PM
for everyone

Beberapa review tentang buku menteri kesehatan yang mengguncang dunia

22/02/2008 08:44 WIB
Buku Saatnya Dunia Berubah!
Melawan Lewat Virus Flu Burung
Iqbal Fadil - detikcom

 

Jakarta - Saat ketidakadilan dan penindasan terus dirasakan, cuma ada dua pilihan: Hancur bersama ketidakadilan dan penindasan, atau bangkit melawan! Semangat itu sepertinya menjadi benang merah yang ingin disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melalui bukunya "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung".

Buku yang disusun berdasarkan catatan harian ini berisikan bagaimana perjuangannya dalam menghadapi ketidakadilan yang diterima Indonesia selama menghadapi virus flu burung (H5N1).

Dalam buku setebal 182 halaman itu, Siti membeberkan, sebagai negara dengan kasus kematian terbesar akibat virus flu burung, kita justru kesulitan mengakses hasil penelitian dari sampel virus H5N1 strain Indonesia. Padahal Indonesia membutuhkan hasil penelitian WHO untuk mencegah terjadinya wabah yang lebih besar.

"Sangat di luar dugaan banyak orang, ternyata WHO CC (colaborating center) di luar sepengetahuan Indonesia memberikan sampel virus flu burung strain Indonesia pada beberapa perusahaan di negara maju," tulis dokter spesialis jantung itu dalam kata pengantarnya.

Dia menambahkan, oleh perusahaan-perusahaan tersebut, sampel virus dikembangkan menjadi vaksin dan kemudian dijual secara komersial dengan harga yang sangat mahal kepada negara-negara miskin dan berkembang.

Bagi Siti, persoalan flu burung bukan lagi menjadi sekadar masalah kesehatan. Ada kebobrokan yang sangat akut dan konspirasi negara-negara maju terhadap negara miskin dalam sistem pengorganisasian kesehatan dunia di bawah WHO yang sangat eksploitatif. Dan itu telah berlangsung selama 50 tahun.

"Semuanya dikuasai oleh kehendak yang tidak manusiawi dan didasari ketamakan penumpukan kapital dan nafsu untuk menguasai dunia," cetus Siti.

"Di cakrawala tiba-tiba saya sadar bahwa kasus flu burung adalah cermin bagi berbagai persoalan dunia yang membawa kesengsaraan umat manusia sekaligus menunjukkan jalan keluarnya. Sudah saatnya dunia berubah!" tegas Siti.

( bal / nrl )

Harian umum Pelita, 26 Februari 2008

Saatnya Dunia Berubah Tangan Tuhan Dibalik Flu Burung [Pelita Hati]
Saatnya Dunia Berubah Tangan Tuhan Dibalik Flu Burung

ADA sebuah buku, yang judulnya sangat provokatif. Saatnya Dunia Berubah, begitu judul buku itu. Subjudulnya Tangan Tuhan Dibalik Flu Burung. Rabu (7/2) yang lalu, buku
itu diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta. Buku itu juga diberi pengantar oleh Presiden RI, Dr Susilo Bambang Yudhoyono.
Penulisnya adalah Menteri Kesehatan Dr Dr Siti Fadilah Supari, SpJP(K). Dibahas oleh tokoh-tokoh, dari Syafii Maarif, Salahuddin Wahid, Andi Arief sampai Khofifah Indar Parawangsa, dan Meutia Hatta. Bahkan Suryopratomo dan August Parengkuan,
keduanya dari Kompas ikut berbicara tentang buku itu. Semuanya memuji dan bahkan bergetar ketika membaca buku itu. Komentarnya? Dari sekedar buku itu yang bersampul merah, sampai keberanian penulisnya melawan hegemoni dunia. Syafii Maarif
(misalnya) mengatakan begitu beraninya penulis buku itu, konon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjulukinya sebagai Menteri maju tak gentar. Buku itu, meskipun membahas flu burung, mengutip kata-kata Bung Karno, bahkan menjadikan buku Di Bawah Bendera Revolusi sebagai salah satu referensi penulisan. Tangan Tuhan Dibalik Flu Burung mengindikasikan, bahwa buku itu merupakan kebijakan politik kesehatan yang sangat berbeda dengan kebijakan politik kesehatan RI dalam kurun waktu selama 60 tahun Indonesia merdeka. Berani melawan hegemomi neo-kolonialisme melalui badan internasional WHO dan ternyata bisa dimenangkannya.
Dapat dipahami, kalau sikap seperti itu disambut hangat oleh para komentator malam hari itu. Disaat ada kerinduan untuk bebas dari hegemoni asing, neo-kolonialisme, ada seorang menteri yang berani melawan arus global neo-kolonialisme. Seolah-olah kita berada kembali di zaman Bung Karno. Ia tidak mau mengirim virus flu burung Indonesia, karena akan dikomersialkan oleh lembaga dunia itu, untuk kepentingan negara maju. Meskipun diiming-
imingi bantuan, ia tetap menolak. Bahkan kalau sidang WHO yang membahas sikapnya dead lock atau kalah suara, tidak menjadi masalah. Yang penting, kebenaran harus ditegakkan. Dan untuk itu, ia tulus dan jujur, kata Syafii Maarif.
Apa yang ditulis Menkes itu, sebagai kebijakan politik kesehatan, tentunya bisa menimbulkan pertanyaan, akankah kebijakan politik kesehatan itu bisa menjadi kebijakan politik
nasional, khususnya terkait kebijakan perekonomian nasional? Kalau semangat anti-kolonialisme itu menjadi kebijakan politik nasional, niscaya akan banyak perubahan dalam kebijakan perekonomian kita. Karena itu, banyak yang menunggu, bahwa
politik kesehatan nasional seperti itu akan diikuti politik perekonomian nasional, sehingga ketergantungan kita pada asing semakin menurun.
Meskipun demikian, semua itu harus masih diberi catatan. Kita tidak bisa melawan neo-kolonialisme, kalau Indonesia tidak mampu mandiri. Kata Bung Karno, mandiri dalam politik, ekonomi, dan sosial budaya. Dalam masalah flu burung (misalnya) harus disertai kemampuan untuk memberantas flu burung itu sendiri secara mandiri. Demikian juga dalam bidang perekonomian dan sosial budaya. Mungkin diperlukan road map yang jelas, sehingga
semangat anti-neo-kolonialisme dapat terwujud. Untuk itu harus disertai kemampuan mandiri di segala bidang. Dan inilah bagian dari strategi menghadapi globalisasi. Kalau tidak? Indonesia justru semakin tidak berdaya di segala bidang. (Sulastomo)



ReviewReviewReviewReviewSultan Mehmed II, Sang Pembantai DraculaFeb 24, '08 8:13 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Orhan Basarab
resensi buku 23 Februari 2008, 18:31:09, Laporan Noer Soetantini

Pahlawan Islam Membantai Dracula

Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman

Sejarah Mehmed II merupakan peristiwa dan makna. Sebagai orang yang telah menggoreskan hidupnya dalam sejarah dunia tentu ia perlu dieja dan diurai. Dengan kepekaan, ketajaman dan kemampuan membuka rahasia maka siapapun yang membaca sejarahnya akan menemukan ruh dari perjuangan Mehmed II.

Berbeda dengan usia dan kejayaan yang akan sirna, ruh perjuangan akan terus menapak dari masa ke masa, menebarkan makna ke seluruh semesta, memberikan jiwa bagi yang bisa menangkapnya. Ruh perjuangan Mehmed II adalah pembebasan. Ada 3 macam pembebasan yang diperjuangkan Mehmed II yakni membebaskan diri dari jiwa terjajah menjadi jiwa yang merdeka, membebaskan umat Islam dari penindasan pasukan Salib dan membebaskan Islam dari dominasi Kristen. (Penulis)

Sinopsis :
Konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Semua itu hanya kebohongan belaka yang dilakukan dunia barat untuk mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Nama Dracula semakin melambung begitu Bram Stoker menjadikannya sebagai tokoh utama dalam novel berjudul “Dracula". Ini semata-mata dilakukan agar pahlawan muslim Mehmed II tenggelam dalam dominasi sejarah Dracula.

Dalam buku ini penulis memaparkan siapa Mehmed II sang penakluk Konstantinopel. Mehmed II yang lahir di Edirne perbatasan Yunani dan Bulgaria sejak kecil sudah disiapkan menggantikan ayahnya dalam memimpin pasukan Turki Ottoman menghadapi pasukan Salib, (halaman 54).

Sementara Dracula yang asli bernama Vlad Tsepes III (1431-1476 M) merupakan sosok pembangkang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Mehmed II. Dracula membalaskan sakit hatinya karena sejak kecil dipisahkan dari orangtuanya untuk mengikuti pendidikan militer.

Hanya saja, jalan yang ditempuh Dracula di luar kemanusiaan. Siapa saja yang merasa tidak pas di hatinya, khususnya kaum muslim, langsung disiksa dengan cara disula, dibakar maupun ditebas kepalanya. Kebengisan Dracula akhirnya memaksa Mehmed II untuk berperang terbuka.

Kelicikan Dracula terhenti saat Mehmed II berhasil memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel. Oleh para pendeta, mayat Dracula disemayamkan di dalam Gereja Snagov. Kuburannya persis berada di depan altar suci gereja, (halaman 139).

Deskripsi :
Membaca sejarah merupakan proses mengeja peristiwa dan mengurai makna. Penulis buku ini mampu memberikan ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tentang sosok Mehmed II yang berhasil membunuh keganasan Dracula.

Ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tersebut, membuka hati pembaca mengetahui dengan benar sejarah Perang Salib dan siapa sebenarnya sosok bernama Dracula yang selama ini digembar-gemborkan dunia barat sebagai vampir bertaring tajam yang suka menghisap darah manusia.

Kepahlawan Mehmed II sebagai pahlawan Islam yang sengaja di’tenggelamkan’ barat untuk menutupi kebengisan Dracula satu diantara pemimpin Perang Salib, dikupas tuntas oleh penulis. Mehmed II patut dikenang selamanya oleh kaum muslim sebagai pahlawan Islam yang tidak kalah hebatnya dalam membawa kebaikan di bumi ini.

sumber : suarasurabaya.net


Blog EntryTeliti sebelum membeli (terutama di swalayan)Feb 21, '08 9:54 PM
for everyone
Hari jumat (22/2) saya belanja ke alfamart dekat kantor. Saya lihat ada promosi susu sehat produk Ultrajaya ukuran 200 ml hanya Rp 1.600 per buah, biasanya harganya sekitar Rp 1.900-an.. Tanpa pikir panjang saya beli semuanya (he he jangan mlongo dulu ya, wong cuma 20 bungkus kok :-D ), lumayan hemat.

Sesampai di kantor saya liat struk belanja, mau mencatat pengeluaran hari ini. Pas liat harga susu saya mengerutkan kening, kok harganya harga normal, Rp 1.900-an?? Saat itu juga saya balik ke alfamart, komplain ke kasir kenapa harganya beda. Saat kasir masih keliatan bingung, saya cepat-cepat ke rak tempat susu tadi. Bukan apa-apa, soalnya takut salah baca atau label promosinya udah dibuang. Ternyata label promosi itu masih ada dan di bawahnya tercantum tulisan "Promo berlaku 1 - 29 Februari". Lega... klo sampe salah baca kan tengsin bo...

Si kasir ke rak susu itu, memeriksa label lalu mengambil dan membuangnya, kemudian kembali ke tempat kasir, menghitung kelebihan yang harus dibayarkan tanpa berucap dan  ekspresinya ketakutan (mungkin dia masih baru). Saya ajak dia ngomong, itu dari program komputernya emang harganya segitu ya mas? Atau programya yang salah? Eh, dia tetap diam. Tidak ada sepotongpun kata maaf atau penjelasan kenapa harganya beda keluar dari mulutnya. Setelah uang dikembalikan saya ucapkan terima kasih lalu balik ke kantor.

Wah, ga kebayang deh seandainya ga mriksa struk belanja tadi. Saya jadi mikir, berapa orang yang jadi korban kesalahan kayak gini ya? Soalnya kan jarang orang yang memeriksa struk setelah belanja. Saya jadi teringat email di milis tentang kasus semacam itu di carefour, dimana petugas dengan entengnya mengembalikan selisihnya tanpa ada permohonan maaf dan penjelasan. Selisih harganya mungkin tidak seberapa, tapi kerugian non materiil seperti jengkel, merasa ditipu, dll itu lho yang bikin gak ikhlas dan perasaan jadi gak nyaman. Lagipula biar selisih dikit klo dikalikan jumlah orang belanja yang 'ketipu' hasilnya besar juga toh?

Bukan masalah uangnya yang utama  ........

Blog EntryQiyas dan Mazhab VS Hadits ShahihFeb 20, '08 11:09 PM
for everyone

Qiyas dan Mazhab VS Hadits Shahih

eramuslim-Kamis, 21 Peb 08 09:12 WIB

Kirim teman

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Ustadz Ahmad, Rohimakumullah.

Baru-baru ini ana menghadiri taklim mingguan di madjid kita di perumahan. Setelah menyimak apa yang disampaikan oleh guru atau penceramah waktu itu, ada sedikit pertanyaan/permasalahan yang mengganjal dalam hati ana.

1. Apa memang benar ada hadist Nabi, SAW yang melarang para ulama "ulama mazhab" untuk mengkiaskan suatu perkara dalam mentukan hukum syariah, sebagai mana disampaikan oleh seorang ustadz "A" dalam tasiahnya tersebut, Beliau mengutip hadist Nabi SAW, yang artinya kira-kira " Janganlah kalian mengiaskan suatu perkara dalam Islam, karena kias itu hanyalah bangkai", bagaimana ustadz??

2. Beliau, ustadz tersebut juga melarang kita mengikuti ijtihad para ulama "termasuk ulama mazhab", sepanjang masih kita temukan hadits shoheh dalam perkara tesebut. Dengan alasan para Imam mazhab selalu mengatakan "apabila ada hadits shoheh itulah mazhabku, tinggalkan pendapatku."

Ana jadi tambah bingung ustadz. Bukankah yang menyimpulkan suatu hadist itu shoheh atau dhoif adalah para ulama hadist yang merupakan hasil ijtihad mereka RA? Bagai menyikapinyaustadz?? Terimakasih.

Wassalamualikum, Wr. Wb.

S.harist

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menarik sekali persoalan yang anda angkat ini dan memang sepanjang sejarah seolah telah menjadi bahan polemik berkepanjangan, antara 'kubu' ahli hadits dan 'kubu' ahli fiqih.

Padahal sebenarnya kalau kita dudukkan secara seksama permasalahannya, tidak ada yang perlu diributkan.

Metodologi Qiyas

Qiyas adalah satu di antara empat sumber pengambilan hukum Islam yang telah disepakati oleh seluruh lapisan ulama sepanjang zaman. Dan qiyas ini juga diakui dan digunakan oleh para tokoh muhadditsin yang besar.

Tidak ada satu pun ulama fiqih atau pun ulama hadits yang menentang kedudukan qiyas dalam agama, kecuali orang-orang zindiq atau musuh-musuh Islam. Atau kemungkinan besar yang terjadi hanyalah sekedar kesalahan dalam memahami istilah qiyas.

Salah satu bukti bahwa qiyas telah digunakan dengan damai oleh seluruh lapisan umat adalah ketika kita mengeluarkan zakat fithr dengan beras atau uang. Dalam kasus itu, jelas sekali kita pakai qiyas.

Sebab tidak ada satu pun nash baik Quran maupun sunnah dari Rasulullah SAW bahwa beliau dahulu mengeluarkan zakat dengan beras atau uang. Dalam hal ini, diakui atau tidak, sebenarnya qiyas sudah kita pakai dan kita dijalankan tanpa kita sadari. Dan diakui oleh semua kalangan ulama manapun.

Dan kalau tidak digunakan qiyas, maka bangsa Indonesia terpaksa mengeluarkan zakat fithr dengan kurma atau gandum. Dan rasanya kami belum pernah melihat ada yang melakukannya di negeri kita. Lagian, siapa yang mau makan siang hanya kurma doang?

Hakikat Qiyas

Qiyas terjadi karena adanya kesamaan 'illat dalam dua kasus. Ada al-ashlu (pokok) yang sudah punya hukum karena ada nashnya, dan ada al-far'u (cabang) yang belum punya hukum karena tidak ada nashnya.Lalusetelah diteliti dengan seksama, didapat bahwa antara keduanya ada 'illat yang sama. Maka hukumnya perkara far'u pun diqiyaskan dengan hukum al-ashl. Dalam hal zakat fithr ini 'illat-nya adalah quth yaitu makanan pokok.

Ganja tidak pernah diharamkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Yang disebutkan keharamnnya hanyalah khamar. Dan secara pisik, khamar dikenal sebagai minuman perasan buah anggur yang telah mengalami fermentasi tertentu. Sedangkan ganja bukan minuman, ganja adalah daun tanaman ganja yang dikeringkan dan dihisap asapnya.

Tapi kita semua sepakat mengharamkan ganja, karena punya 'illat yang sama dengan khamar, yaitu al-iskar (memabukkan). Pada hakikatnya kita sebenarnya bukan sekedar menerima konsep qiyas, bahkan sudah mempraktekkannya.

Sebaliknyakalau kita tidak pakai qiyas, ganja tidak haram untuk digunakan. Sebab tidak ada satu pun nash baik di Quran maupun di Sunnah yang menyebutkan keharaman daun ganja.

Maksud Larangan Menggunakan Qiyas

Sebenarnya ketika ada larangan untuk menggunakan qiyas, yang dimaksud bukanlah qiyas yang dikenal dalam ilmu ushul fiqih. Tetapi maksudnya penggunaan akal atau logika padahal secara tegas dan jelas-jelas telah bertentangan dari nash Quran atau Sunnah, tanpa bisa ditafsiri lagi. Itulah maksud dari larangan, "Janganlah kalian mengiyaskan agama."

Contoh sederhananya, ketika Allah SWT melarang kita makan babi, maka jadikanlah larangan dari Allah itu sebagai sebab dari kita tidak memakannya. Dan jangan mendahulukan logika dan menjadikan nash hanya sebagai isyarat keharaman. Misalnya, kita mengubah dasar pelarangan dari nash menjadi logika, lalu kita bilang bahwa haramnya babi karena binatang itu jorok, kotor dan mengandung cacing pita.

Padahal ketika diharamkan, tidak ada keterangan sedikit pun bahwa penyebab haramnya semata-mata karena babi itu hewan yang jorok, kotor dan mengandung cacing pita.

Dan cara itu justru akan jadi titik masalah sendiri, sebab sangat dimungkinkan ke depan orang bisa melakukan rekayasa genetika hewan babi dan menghasilkan varitasbabi yanghigienis, bulunya putih bersih, keringatnya wangi, tinggalnya di dalam rumah bukan dikandang, tiap hari creambath, pedikure, dan ditangani oleh para dokter ahli. Intinya, sama sekali jauh dari sifat kotor dan jorok. Bahkan teknologi pangan telah berhasil mematikan cacing pita, virus dan segala jenis penyakit di dalam daging babi, maka apakah saat itu babi menjadi halal dimakan?

Jawabnya tetap tidak halal, karena nash Quran telah tegas menyebutkan bahwa babi itu haram dimakan. Haramnya bukan karena apa-apa, tetapi karena 'kebabian'-nya itu sendiri. Semata-mata karena nash Quran dan Sunnah yang mengharamkan, bukan sekedar akal manusia.

2. Tidak Mengikuti Ulama Mazhab dan Ikuti Hadits Shahih

Ungkapan seperti ini ada sisi benarnya tapi juga ada sisi tidak benarnya. Sisi benarnya, kita memang harus mendahulukan hadits shahih dari pada perkataan manusia. Itu jelas dan tegas sekali, seterang matahari di siang bolong yang cerah.

Tapi pernyataan itu akan jadi tidak benar kalau kemudian dipahami bahwa ulama mazhab itu tidak menggunakan hadits shahih. Ini adalah sebuah tuhmah (tuduhan) yang teramat keji kepada para ulama. Seolah-olah ulama mazhab itu goblok, bodoh dan tolol karena tidak paham membedakan mana hadits shahih dan dhaif.

Rupanya di zaman sekarang ini ada oknum-oknum yang ingin menjatuhkan citra para ulama fiqih. Dan kemudian dikesankan kalau ulama fiqih itu tidak paham hadits, atau malah dituduh sebagai orang yang kerjanya memakai hadits yang dhaif.

Semua Ulama Mazhab Mendahulukan Hadits Shahih

Semua ulama mazhab sudah pasti mendahulukan hadits shahih. Bahkan para pendiri dan ulama seniornya banyak yangberkapasitas sebagai muhaddits. Tidak ada rumusnya kalau ada ulama, apalagi mujtahid mutlak semacam Imam Asy-Syafi'i misalnya, kok dibilang tidak mengerti hadits atau tidak mau menggunakan hadits shahih.

Sementara jarak waktu yang memisahkan antara beliau dengan Rasulullah SAW hanya terpaut 140 tahun saja. Sementara era keemasan para muhadditsin seperti Al-Bukhari dan lainnya, baru dimulai 200 tahun sepeniggal Rasulullah SAW. Jadi era para imam mazhab yang empat itu lebih dekat ke Rasulullah SAW dari pada era para muhaddits besar.

Secara nalar yang sederhana, kemungkinan keselamatan periwayatan akan lebih baik kalau sanadnya tidak terlalu panjang.

Keshahihan Hadits: Khilafiyah

Kalau di dalam ilmu fiqih kita mengenal istilah khilafiyah, maka di dalam ilmu kritik hadits kita juga mengenal kejadian yang sama. Ternyata para muhaddits itu pun tidak luput dari perbedaan pendapat.

Makajangan dikira keshahihan suatu hadits adalah kebenaran yang mutlak dan satu. Tiap hadits yang dibilang shahih itu sebenarnya masih bersifat tentatif dan subjektif. Shahih menurut siapa dan dha'if menurut siapa?

Kita ambil contoh sederhana, sebuah hadits yang dibilang shahih oleh seorang muhaddits, belum tentu dishahihkan oleh muhaddits lainnya. Belum tentu ketika Al-Bukhari menshahihkanhadits, lalu hadits itu dishahihkan juga oleh At-Tirmizy. Dan hal yang sama berlaku juga sebaliknya.

Dan yang lebih ajaib, ada tokoh yang sering mengeluarkan statemen tentang keshahihan atau kedhaifan suatu hadits, terkadang dia mengoreksi lagi pernyataannya. Bahkan bukan mengoreksi tapi memang keluar dari kekurang-telitiannya dalam mengeluarkan statemen.

Salah satu yang bisa kita sebut misalnya Syeikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Beliau banyak berjasa dalam meneliti hadits, sehingga kitab hadits yang enam itu beliau pilah lagi berdasarkan mana yang shahih dan mana yang tidak shahih. Sehingga jumlah jilidnya menjadi lebih tebal dan banyak, tentu saja harganya lebih mahal.

Namun setelah diteliti, ternyata ada banyak juga muncul ketidak-konsistenan seorang Al-Albani. Di satu kitab, beliau menshahihkan suatu hadits, tapi hadits yang sama di kitab lainnya dibilangnya dhaif. Lalu mana yang benar? Wallahu a'lam. Hanya beliau dan Allah SWT saja yang tahu.

Intinya, keshahihan suatu hadits sebenarnya juga masalah khilafiyah juga. Ketika ada seorang tokoh mengatakan bahwa suatu haditsi itu shahih, maka keshahihan hadits itu harus dipahami terbatas pada ijtihad dan pendapatnya. Belum tentu muhaddits lain mengatakannya shahih. Dan hal yang sama berlaku pula ke balikannya.

Karena itulah ketika Al-Imam Asy-Syafi'i tetap mengatakan bahwa qunut pada shalat shubuh itu sunnah muakkadah, kita tidak bisa menuduh bahwa beliau sebagai ahli bid'ah, lantaran kita menganggap tidak ada hadits yang shahih tentang qunut shubuh.

Meski para ulama lainnya banyak yang mendhaifkan hadits tentang qunut shalat shubuh, namun As-Syafi'i punya alasan tersendiri mengapabeliau bersikeras mengatakan bahwa hadits itu shahih. Dan beberapa ratus tahun kemudian, hadits itu dishahihkan oleh Imam Al-Baihaqi, muhaddits besar di era tahun 300-a hijriyah. Beliau lahir tahun 384 hijriyah.

Kesimpulan

Mazhab dan para ulamanya tidak bisa dijadikan tandingan hadits shahih, tetapi sebaliknya, semua mazhab dan ulamanya adalah para pembela hadits shahih. Salah besar kalau kita punya paradigma keliru seperti itu. Kalau ternyata pendapat ulama mazhab berbeda, harus diketahui bahwa pendapat para ulama hadits dalam menshahihkan hadits pun berbeda juga.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Blog EntryDibalik toilet pasarFeb 19, '08 8:45 PM
for everyone
   Kemarin malam (19/2) saya ke pasar bersama beberapa teman kantor untuk meninjau perbaikan toilet pasar. Dalam rangka ultah yang ke-50, kantor cabang kami melakukan bakti sosial, lebih tepatnya sumbangan sosial memperbaiki toilet pasar besar. Seperti kita ketahui bersama, yang namanya toilet pasar dimana-mana (di Indonesia) pasti kotor, kumuh, jorok. Pengerjaannya sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan rencananya diresmikan juma't besok. Sebenarnya saya tidak termasuk tim panitia tapi malam itu saya diajak teman, yah sekedar meliha-lihat lah.

   Sesampai di lokasi panitia 'beneran' langsung memeriksa hasil pengerjaan, tanya ini itu ke para pekerja. Tidak berapa lama datang pemborong yang mengerjakan perbaikan itu. Saya berbincang-bincang sebentar dengannya kemudian ada ceritanya yang sangat mengusik. Dia bilang bahwa selama ini dana pemeliharaan toilet-toilet pasar tersebut ditanggung oleh para penunggu toilet yang berjaga didepan toilet dengan mengandalkan pemasukan dari para pengguna. Saya bertanya, lalu bagaimana dengan dana dari APBD? Bukankah sudah ada anggaran pemeliharaan dari retribusi pasar? Jawabannya sangat mengejutkan. Dana itu tidak pernah sampai ke pasar! Yang kemudian membuat saya makin terkejut, setengah dari pendapatan toilet itu masih harus disetor ke pemkot!

  Jadi para penjaga toilet itu menyetorkan setengah dari pendapatannya ke Pemkot, tapi masih harus menanggung sendiri pemeliharaan toilet umum itu. Trus kemana larinya dana anggaran pemeliharaan + setoran dari petugas toilet itu? Si pemborong itu hanya mengangkat bahu. Dia lalu menambahkan, wajar klo toiletnya tambal sulam, pintu rusakpun diganti seadanya. Di akhir percakapan dia bilang sinis, pantas saja pejabatnya (mungkin yang dimaksud pejabat pemkot yang mengurusi pasar) bisa beli (Nissan) X-Trail!
 
  Ya Allah, kalau urusan toilet pasar saja sampai seperti ini, bagaimana dengan yang lain???

Blog EntryDibalik toilet pasarFeb 19, '08 8:44 PM
for everyone
   Kemarin malam (19/2) saya ke pasar bersama beberapa teman kantor untuk meninjau perbaikan toilet pasar. Dalam rangka ultah yang ke-50, kantor cabang kami melakukan bakti sosial, lebih tepatnya sumbangan sosial memperbaiki toilet pasar besar. Seperti kita ketahui bersama, yang namanya toilet pasar dimana-mana (di Indonesia) pasti kotor, kumuh, jorok. Pengerjaannya sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan rencananya diresmikan jumat besok. Sebenarnya saya tidak termasuk tim panitia tapi malam itu saya diajak teman, yah sekedar meliha-lihat lah.

   Sesampai di lokasi panitia 'beneran' langsung memeriksa hasil pengerjaan, tanya ini itu ke para pekerja. Tidak berapa lama datang kontraktor yang mengerjakan perbaikan itu. Saya berbincang-bincang sebentar dengannya kemudian ada ceritanya yang sangat mengusik. Dia bilang bahwa selama ini dana pemeliharaan toilet-toilet pasar tersebut ditanggung oleh para penunggu toilet yang berjaga didepan toilet dengan mengandalkan pemasukan dari para pengguna. Saya bertanya, lalu bagaimana dengan dana dari APBD? Bukankah sudah ada anggaran pemeliharaan dari retribusi pasar? Jawabannya sangat mengejutkan. Dana itu tidak pernah sampai ke pasar! Yang kemudian membuat saya makin terkejut, setengah dari pendapatan toilet itu masih harus disetor ke pemkot!

  Jadi para penjaga toilet itu menyetorkan setengah dari pendapatannya ke Pemkot, tapi masih harus menanggung sendiri pemeliharaan toilet umum itu. Trus kemana larinya dana anggaran pemeliharaan + setoran dari petugas toilet itu? Si kontraktor itu hanya mengangkat bahu. Dia lalu menambahkan, wajar klo toiletnya tambal sulam, pintu rusakpun diganti seadanya. Di akhir percakapan dia bilang sinis, pantas saja pejabatnya (mungkin yang dimaksud pejabat pemkot yang mengurusi pasar) bisa beli (Nissan) X-Trail!
 
  Ya Allah, kalau urusan toilet pasar saja sampai seperti ini, bagaimana dengan yang lain???

Blog EntryApakah Donor Darah Haram?Feb 18, '08 9:33 PM
for everyone

Apakah Donor Darah Haram?

eramuslim-Selasa, 19 Peb 08 07:12 WIB

Kirim teman

Assalamualaikum wr. wb

Bapak ustat pengasuh yang saya hormati

Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan tentang hukum doonor darah kepada orang lain

1. apa hukum donor darah menurut syariat dan perbedaan dari keempat mashap (syafii, maliki...)??

2. jika saya mendonorkan darah kepada seorang gadis (misal). apakah saya masih bisa menikahi gadis tersebut menurut ke 4 mashap...?

Atas segala perhatian dan bantuan ustat saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb

Pak Umar

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Donor darah tidak ada fatwanya dari 4 mazhab, karena di zaman para imam mazhab yang empat itu masih hidup, belum ada praktek donor darah seperti yang sekarang kita lakukan.

Imam Abu Hanifah meninggal tahu 150 hijriyah, Imam Malik meninggal tahun 179 hijriyah, Imam Asy-Syafi'i meninggal tahun 204 dan Imam Ahmad bin Hanbal meninggal tahun 241. Kalau sekarang tahun 1429 hijriyah, berarti mereka hidup sekitar 12 abad yang lalu.

Rasanya di abad itu umat manusia belum lagi mengenal istilah donor darah, jadi bagaimana mungkin kita mendapatkan jawaban tentang hukum donor darah dari mereka, sementara fenomena seperti itu belum ada?

Maka pertanyaan seperti ini tidak relevan kalau dijawab lewat pendapat empat mazhab. Mungkin pertanyaannya disesuaikan, bagaimana pandangan ulama kontemporer tentang donor darah? Rasanya itu lebih tepat. Dan kalau kita cari dan telurusi, ternyata memang ada jawabannya.

Fatwa Syeikh Husamuddin bin Musa 'Ufanah

Beliau berfatwa bahwa donor darah merupakan praktek yang sangat penting untuk dilakukan. Bertabarru' atau menumbang darah sebagai donor adalah sebuah amal yang disunnahkan.

Bahkan beliau menyatakan tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa hukum donor darah itu sampai kepada hukum fardhu kifayah. Tentunya bila sudah ada muslim yang melakukannya, sudah gugur kewajibannya.

Namun ulama Palestina yang menjadikan guru besar ilmu syariah di Universitas Al-Quds ini menyatakaan haramnya jual beli darah. Karena tubuh manusia itu mulia, tidak untuk diperjual-belikan. Termasuk juga darahnya.